لِلْإِمَامِ الشَّافِعِيِّ الْمُتَوَفَّى سَنَةَ ٢٠٤ هـ
أَدَبُ النُّصْحِ
Dari Imam Syafi'i yang wafat tahun 204 H
Tentang Adab Memberi Nasihat
تَعَمَّدْنِي بِنُصْحِكَ فِي انْفِرَادِي
Sampaikanlah nasihat kepadaku ketika aku sedang sendiri
وَجَنِّبْنِي النَّصِيحَةَ فِي الْجَمَاعَةِ
dan jauhkanlah memberikan nasihat kepadaku di tengah banyak orang
فَإِنَّ النُّصْحَ بَيْنَ النَّاسِ نَوْعٌ مِنَ التَّوْبِيخِ لَا أَرْضَى اسْتِمَاعَه
Karena Nasehat di tengah orang banyak adalah salah satu bentuk pelecehan, yang aku tidak senang mendengarnya
وَإِنْ خَالَفْتَنِي وَعَصَيْتَ قَوْلِي
Apabila Engkau berbeda pendapat denganku dan tidak mengikuti perkataanku
فَلَا تَجْزَعْ إِذَا لَمْ تُطَعْ طَاعَة
Maka janganlah menyesal jika nasihatmu tidak ditaati
Makna Umum Nasihat Imam Syafi'i:
Imam Syafi'i mengajarkan bahwa cara menyampaikan nasihat juga memiliki adab. Nasihat yang baik hendaknya diberikan secara pribadi, dengan cara yang lembut dan menjaga kehormatan orang yang dinasihati. Sebab tujuan nasihat adalah memperbaiki, bukan mempermalukan.

0 Komentar